Narkoba merupakan masalah yang krusial di Indonesia dan butuh reaksi cepat dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyelenggarakan penyuluhan-penyuluhan antinarkoba. Hal inilah yang dilakukan kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 57 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2013 di Dusun Randukuning 1, Selang, Wonosari, Gunungkidul.
Acara yang dilaksanakan di Balai Padukuhan Randukuning 1 pada Senin (22/7/2013) malam diikuti oleh elemen masyarakat Randukuning 1, seperti Ketua Dukuh Randukuning 1, Ketua Posdaya Randukuning 1, tokoh masyarakat, remaja, dan masyarakat Randukuning 1 pada umumnya. Kepala Dukuh Randukuning 1, Wagiman dalam sambutannya mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut sangat bermanfaat bagi warga Randukuning 1. “Walaupun para warga belum mengenal narkoba secara detail, tetapi mereka perlu mengetahui jenis, bahaya, dampak, dan ancaman pidana yang didapat jika terlibat dengan penggunaan narkoba,” jelasnya.
Materi penyuluhan antinarkoba yang disampaikan perwakilan kelompok KKN 57 UNY yaitu Cholid Faizal (Jurusan Manajemen FE UNY), Arif Ebta (Biologi FMIPA), Triyati (Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK), dan Yohana (Akuntansi FE) dengan dibantu rekan lainnya ini mencakup pengenalan tentang narkoba, bahaya, efek, gejala penyalahgunaan narkoba, sampai yang terkait landasan hukum, serta cara mencegah narkoba.
Yang menarik, fokus penyuluhan kali ini bertujuan untuk membentuk Satuan Petugas (SATGAS) Antinarkoba di Randukuning. SATGAS ini bisa melakukan penyuluhan selanjutnya agar Randukuning bebas dari Narkoba.“Dekatkan diri kepada Alah SWT serta melakukan kegiatan yang positif seperti berolahraga, mengaji, membantu teman, dan sebagainya. Intinya, katakan tidak pada narkoba,’’ pesan Cholid, mahasiswa Jurusan Manajemen FE UNY yang juga alumni program P4GN UNY angkatan 1 ini di akhir pemaparannya.
Di akhir acara, dilakukan penyerahan alat media tentang narkoba seperti buku saku narkoba, poster antinarkoba, buku Undang-undang Narkotika, buku cerita anak antinarkoba, dan lain-lain. Penyuluhan Antinarkoba yang sekaligus pembentukan Satuan Petugas (SATGAS) Antinarkoba yang didukung penuh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Yogyakarta dan Gerakan Narkotika Nasional (GRANAT) Yogyakarta ini direspon baik oleh masyarakat sekitar. Terbukti saat penyuluhan, masyarakat sangat antusias menghadiri acara tersebut. Meski berlangsung singkat, semua warga tetap serius mengikuti penyuluhan.
Acara yang sudah dilaksanakan di Randukuning 2 pada pekan sebelumnya ini juga terbilang berhasil dengan warga yang begitu bersemangat untuk hadir dalam penyuluhan tersebut. Penyuluhan Antinarkoba dan pembentukan SATGAS Antinarkoba ini selanjutnya akan dilaksanakan di Randukuning 3 minggu depan. (Cholid/Fadhli)