Quantcast
Channel: Universitas Negeri Yogyakarta - Leading in Character Education
Viewing all articles
Browse latest Browse all 3541

BROWNIES TEPUNG GADUNG CEGAH RADANG EMPEDU

$
0
0

Gadung merupakan tanaman umbi-umbian asli Indonesia yang tidak ditanam melainkan tumbuh secara alami. Selama ini gadung dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung atau keripik gadung. Padahal gadung berpotensi sebagai obat berbagai penyakit, terutama radang kandung empedu. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mengobati penyakit radang kantong empedu secara alami dengan memanfaatkan tepung berbahan dasar gadung. Peluang ini ditangkap oleh sekelompok mahasiswa UNY yang berinovasi dengan membuat brownies dari tepung gadung. Mereka adalah Sari Rosiati Nur Khasanah, Anisa Dwi Yuniyanti dan Afrilia Hidayati dari prodi Kimia serta Senja Fitriana dari prodi pendidikan Biologi FMIPA UNY.

Menurut Sari Rosiati Nur Khasanah, kandungan kimia yang terdapat dalam gadung antara lain alkaloid dioskorina, diosgenina, saponin, furanoid norditerpena, zat pati, dan tanin. “Penggunaan obat sebagai antispasmodic, yaitu sebagai bantuan terbaik dan mencegah kolik empedu” kata Sari “Oleh karena itu kami ingin memaksimalkan khasiat yang ada dalam gadung, dengan cara membuat brownies sehat berbahan dasar tepung gadung”. Penyakit kandung empedu adalah sekumpulan kondisi medis yang ditandai dengan peradangan, infeksi, batu, atau penyumbatan pada kandung empedu. Senja Fitriana menambahkan bahwa gadung (dioscorea hispida) tergolong tanaman umbi-umbian yang cukup populer dan mengandung karbohidrat tinggi, sehingga gadung dapat dimafaatkan sebagai sumber karbohidrat lain pengganti nasi. “Kandungan Gizi dalam 100 g umbi gadung kukus yang terbesar adalah energi yaitu 88 kkal dan karbohidrat 20,9 gram sehingga gadung bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi” ujar Senja “Selain itu gadung mengandung protein 0,6 gram, lemak 0,3 gram, serat 0,9 gram, abu 0,8 gram, kalsium 26 mg, fosfor 47 mg, besi 0,4 mg, vitamin B1 0,03 mg dan air 0,4 mg sehingga gadung cocok digunakan sebagai makanan diet sehat”. Mereka tertarik mengembangkan gadung menjadi bahan makanan yang disukai masyarakat luas, seperti brownies karena masyarakat dengan kreativitasnya telah berhasil menghasilkan brownies yang tak hanya enak sebagai makanan pembuka atau cemilan, tetapi juga bergizi dan bermanfaat.

Afrilia Hidayati menjelaskan cara membuat tepung gadungnya. Pertama kali gadung dikupas, lalu dipotong tipis-tipis dan diberi abu bakaran untuk menetralisir racun. Kemudian didiamkan semalam dan diberi daun tawas. Setelah itu dibilas dengan air, direndam semalam dan dibilas lagi. Lalu dijemur dan setelah kering digiling menjadi tepung gadung. Sedangkan Anisa Dwi Yuniyanti menjelaskan cara pembuatan browniesnya. Langkahnya  diawali dengan memanaskan margarine, lalu masukkan potongan cokelat, garam dan aduk sampai meleleh, angkat dan dinginkan. Kemudian kocok telur hingga mengembang. Masukkan tepung terigu dan gula, aduk perlahan hingga rata. Selanjutnya tuang margarin, cokelat dan gula yang telah dilelehkan ke adonan telur, aduk hingga rata. Tambahkan potongan kacang almond kemudian aduk lagi hingga rata. Tuangkan dalam loyang yang telah dilapisi kertas roti dan diolesi margarin, diberi topping irisan kacang almond atau strawberry, pisang, blueberry dan lain sebagainya sesuai selera. Panggang di oven panas 170 derajat celcius selama 45 menit dan brownies siap disajikan. Kreativitas ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa. (Dedy)

 

Label Berita: 
Share/Save

Viewing all articles
Browse latest Browse all 3541

Trending Articles